“Saya senang sekali, karena kalau kita urus dengan baik, anak-anak diberikan motivasi dan diadakan kompetisi yang teratur, maka untuk mencari bibit-bibit sepak bola untuk mewakili kabupaten ini tentu tidak ada kesulitan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.
SBS bahkan menyebut para pemain yang tampil di semifinal benar-benar menunjukkan karakter sebagai pelajar sepak bola.
Dari cara menahan bola, kontrol, hingga umpan-umpan yang dilepaskan, semuanya dinilai sesuai dengan teknik dasar yang benar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dilihat dari cara tahan bola, kontrol bola, passing bola tidak sembarang dan textbook betul. Saya bergembira sekali. Kebetulan juga hobi saya sepak bola. Saya tidak jadi pemain kabupaten, provinsi dan nasional apalagi. Tapi saya mau merealisir keinginan saya sebagai pemain sepak bola dengan mengurus anak-anak supaya mereka bisa menjadi pemain sepak bola yang baik,” tuturnya dengan nada penuh semangat.
Ia pun mengajak seluruh pengelola SSB untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan pembinaan agar anak-anak bermain sesuai dengan ilmu sepak bola yang benar.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













