TIMORNESIA.COM-Rumah Sakit Pratama Wewiku yang berlokasi di Desa Alkani, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda aktivitas pelayanan kesehatan, meski sudah diresmikan sejak 13 Juli 2024.
Fakta ini menimbulkan keprihatinan dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat setempat.
Bangunan megah yang disebut-sebut menelan anggaran miliaran rupiah tersebut kini hanya menjadi bangunan sunyi di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang memadai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petrus Kabosu, pengacara asal Malaka, turut angkat bicara soal mandeknya pengoperasian rumah sakit tersebut.
Ia mempertanyakan alasan teknis di balik belum difungsikannya RS Pratama Wewiku.
Menurutnya, ada indikasi kejanggalan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
Yang paling disorot adalah perbedaan hasil uji kepadatan tanah yang dilakukan oleh pihak perencana yang sama, namun menghasilkan data yang bertolak belakang.
“Anggaran perencanaan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Tapi metode uji tanah dan pemilihan pondasi justru tidak sesuai standar awal. Proyek sudah PHO, tapi bangunan tak bisa digunakan karena struktur bermasalah,” tegas Kabosu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













