Menurutnya, gereja tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai tempat umat membangun persekutuan, berdoa, melaksanakan pelayanan, dan bertumbuh dalam iman.
Karena itu, pentahbisan gereja harus menjadi awal bagi kehidupan menggereja yang semakin aktif, bukan sekadar puncak dari proses pembangunan fisik.
Ketua Panitia Pembangunan dan Pentahbisan Gereja Santa Sisilia Kotafoun, Manuel Nurak, dalam laporannya menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Uskup Atambua, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Wakil Bupati Malaka Hendri Melki Simu, pimpinan dan anggota DPRD, para imam, pemerintah daerah, serta seluruh umat dan pihak yang telah mendukung pembangunan gereja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam laporan tersebut, panitia turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malaka.
Panitia menyebutkan, pada 2018, ketika SBS menjabat sebagai Bupati Malaka bersama DA, pemerintah daerah memberikan hibah sebesar Rp 500 juta untuk membantu pembangunan gereja saat dana swadaya umat belum mencukupi.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













