“Saya minta kepada umat agar menjaga dan merawat baik-baik bangunan gereja ini agar bisa bertahan hingga 100 tahun,” tegas SBS.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab umat tidak berakhir setelah pembangunan selesai dan gereja ditahbiskan.
Sebaliknya, umat memiliki tanggung jawab berkelanjutan untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas, serta memanfaatkan gedung gereja sesuai dengan fungsinya sebagai rumah doa dan pusat kehidupan rohani.
Dengan perawatan yang baik, Gereja Santa Sisilia Kotafoun diharapkan tetap menjadi warisan iman bagi anak cucu sekaligus simbol persatuan umat lintas generasi.
Dalam kesempatan yang sama, Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, menyampaikan kegembiraannya atas rampungnya pembangunan dan terlaksananya pentahbisan Gereja Santa Sisilia Kotafoun.
Uskup Dominikus menyampaikan terima kasih kepada umat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan kerja keras hingga pembangunan gereja dapat diselesaikan.
Ia mengingatkan bahwa setelah ditahbiskan, gedung gereja harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara baik untuk mendukung kehidupan iman umat Katolik.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













