TIMORNESIA.COM-Jauh sudah langkah Manu Meo junior mengarungi sajian menarik kompetisi regional Piala Soeratin U-13 dan U-15 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Setelah sekian pertandingan berhasil dilalui, tim junior kebanggaan masyarakat Malaka itu kini menanti dengan sebuah kesungguhan manakala aroma kemenangan kini bertakhta di depan mata.
Sungguh, anak-anak berhasil mengawinkan dua final kompetisi level usia dalam sebuah kerinduan yang sempurna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Teriakan ‘final kami datang’ tak terhindarkan dari mulut para junjungan PS Malaka baik suporter, official, maupun tim pelatih.
Mereka terus menyanyikan chant “Malaka laka tebes” di ujung sebuah peristiwa penuh emosional.
Salah satu kelebihan sepakbola ada pada preposisi yang melekat-erat antara suporter dan pemain. Ketika sepakbola dianggap sebagai cerminan masyarakat maka saat itu juga sepakbola mewakili perasaan dan menyuarakan harapan.
Inilah final yang dirindukan, ucap dokter Dion Bria Seran, sang arsitek bertangan dingin.
Ia mengungkapkan sepenggal kalimat yang begitu ekspresif sesaat setelah anak-anak Malaka U-13 dan U-15 menyegel tiket final dalam satu kompetisi level usia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













