Tambah mantan Ketua KMK Faperta itu, sebenarnya metode tanam tersebut sudah lama diterapkan yakni sejak tahun 1996. Istilah “Legowo” sendiri berasal dari bahasa Jawa, yang terdiri dari kata “lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti memanjang.
“Sistem ini pertama kali diterapkan untuk meningkatkan hasil panen padi dan mempermudah petani dalam pemeliharaan tanaman. Hanya di Kabupaten Malaka, banyak petani juga yg belum gunakan metode ini. entah minimnya informasi atau kurangnya pendampingan dari Pemda,”tandas Nando.
Selain menggunakan metode tanam jajar legowo, kata Nando Nahak, petani di Malaka sudah menggunakan Benih Padi Hibrida, ini membuktikan bahwa petani Malaka semakin mandiri dan sudah mampu memilih benih yg berkualitas dan akan menjadikan pertanian sebagai sumber pangan dan ekonomi bagi keluarga,”ungkapnya. ***
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













