Menanggapi beredarnya video tersebut, Oktelin menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas nama manajemen RSUPP Betun.
“Terima kasih atas atensinya. Atas nama manajemen RSUPP Betun, saya mohon maaf atas kelalaian staf saya ini. Kami segera perbaiki pelayanan kami agar lebih baik lagi. Terima kasih dan Tuhan Memberkati pelayanan kita semua,” tulis Oktelin dalam grup WhatsApp KabarNTT.
Pernyataan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab manajemen rumah sakit atas kelalaian petugas yang bertugas dalam pelayanan pemulangan jenazah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam video yang beredar, salah seorang anggota keluarga jenazah menjelaskan bahwa pihak keluarga akhirnya membawa jenazah pulang menggunakan mobil pikap karena ambulans RSUPP Betun tidak digunakan untuk mengantar jenazah.
Menurut keterangan anggota keluarga tersebut, ambulans rumah sakit masih terparkir di halaman depan ruang jenazah ketika keluarga memutuskan untuk membawa jenazah menggunakan kendaraan sendiri.
“Jenazah kami bawa pulang sendiri dengan muat di pikap. Sementara ambulans milik RSUPP Betun terparkir di halaman depan ruangan jenazah RSUPP Betun. Sopirnya setelah parkir ambulans lalu dia pergi, tidak tahu balik-balik sehingga kami muat jenazah pakai pikap sendiri,” kata anggota keluarga tersebut dalam video.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













