Ia menegaskan bahwa Kristus bangkit bukan dengan menghilangkan luka manusia, melainkan membawa luka-luka salib sebagai simbol keselamatan dan kasih.
“Kristus tidak bangkit jauh dari luka manusia, Ia bangkit dengan membawa belas luka salib-Nya. Artinya kebangkitan tidak menghapus luka, tetapi mengubah luka menjadi simbol keselamatan,” jelas Romo Sintus.
Pesan tersebut, lanjutnya, menjadi refleksi mendalam bagi seluruh tenaga kesehatan agar tetap setia melayani masyarakat dengan penuh kasih, meski harus menghadapi kelelahan dan pengorbanan dalam tugas sehari-hari.
“Demikian juga pelayanan kesehatan. Kelelahan, pengorbanan dan perjuangan kita sehari-hari bukanlah sebuah kesia-siaan yang tidak dipersembahkan dalam pelayanan kasih,” tuturnya.
Usai misa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial berupa pelayanan cek kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat Desa Forekmodok dan desa tetangga di Kecamatan Weliman.
Kegiatan sosial yang digelar RSUPP Betun bersama Dinas Kesehatan, Puskesmas Weliman dan Puskesmas Fahiluka tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena dinilai sangat membantu warga dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan secara gratis dan lebih dekat.***



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













