“Kolaborasi ini bukan sekadar administratif, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap keselamatan pasien dan kesiapan pelayanan dalam kondisi darurat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Harian PMI Kabupaten Belu, Theodorus Frederikus Seran Tefa, mengungkapkan komitmen kuat lembaganya untuk selalu siap dalam urusan pelayanan darah, baik di Kabupaten Belu maupun Malaka.
“Komitmen kami adalah bagaimana bersama-sama menyelamatkan nyawa setiap orang yang membutuhkan darah. Kami tidak akan pilih kasih dalam memberikan pelayanan, selama itu untuk kemanusiaan,” tegas Theodorus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyampaikan kekhawatiran atas rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah, yang menyebabkan keterbatasan stok darah di PMI.
“Kesadaran masyarakat untuk donor darah sangat menurun. Kami sedang berupaya menggandeng berbagai lembaga agar masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya mendonorkan darah secara sukarela,” katanya.
Melalui perjanjian kerja sama ini, PMI Belu dan RSUPP Betun akan memperkuat koordinasi dan teknis penyaluran darah, termasuk dalam kondisi darurat medis, guna memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan darah saat dibutuhkan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













