TIMORNESIA.COM-Seruan moral untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak menggema di pusat kota Betun, Kabupaten Malaka, Rabu (10/12), saat ratusan peserta mengikuti long march usai peringatan Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak.
Aksi ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kesadaran publik terhadap isu perlindungan kelompok rentan di daerah tersebut.
Ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat tampak membawa spanduk berisi pesan-pesan pencegahan kekerasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka terdiri dari kelompok pemuda, komunitas perempuan, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi lokal yang mengelilingi pusat kota Betun.
Melalui aksi jalan kaki ini, mereka mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Kegiatan long march tersebut merupakan rangkaian Program Peningkatan Peran Masyarakat Sipil 2024–2027.
Peringatan dimulai dengan penandatanganan Komitmen Bersama oleh seluruh peserta, termasuk unsur pemerintah daerah.
Komitmen tersebut memuat empat poin inti, yaitu menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menciptakan lingkungan yang aman, menjaga keberlanjutan layanan HIV, serta menolak segala bentuk diskriminasi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













