“Putus sekolah bukan berarti putus harapan. Melalui program Kesetaraan Paket A, B, dan C di PKBM Lurumutin, kami ingin memastikan setiap anak di Desa Naas tetap memiliki hak dan akses yang sama untuk meraih ijazah serta menata masa depan yang lebih baik,” ujar Maria Deviana.
Selain fokus pada penanganan anak putus sekolah, kegiatan tersebut juga menitikberatkan pada penguatan literasi masyarakat.
Tim PKBM Lurumutin bersama Relima Malaka mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca sejak dini sebagai bekal meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Relima Lokus Kabupaten Malaka, Kristoforus Benyamin Fahik Bere, S.I.Kom., atau yang akrab disapa Pisto Bere, mengatakan bahwa literasi menjadi fondasi penting bagi masyarakat dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Literasi merupakan kunci agar masyarakat tidak tertinggal informasi dan mampu berpikir lebih kritis serta kreatif dalam memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki desa,” katanya.
Pisto Bere juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Naas yang mengikuti kegiatan tersebut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













