Novi menjelaskan pola tanam yang diaplikasikan: jarak tanam 40 cm × 20 cm × 10 cm dan sistem tanam satu lubang satu anakan (1:1). Teknik ini sekaligus dicontohkan dalam tanam simbolis padi hibrida Sridewi.
Vinsen Nahak Tetik, Ketua Kelompok Tani Efata II, mengatakan seluruh anggota mengelola lahan basah seluas 15 hektar, dengan varietas MT1 dan MT2 dalam proses tanam.
Ia juga menyoroti keterbatasan alat mesin pertanian termasuk traktor, penyemprot (rontok), dan combine harvester.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Desa Motaulun wilayah yang berpotensi lahan basah dan alat pertanian masih sangat kurang,” ujar Vinsen.
Sementara itu, Nando (pemilik lahan sekaligus Wakil Ketua Kelompok Tani) berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pusat memberikan dukungan guna mewujudkan visi Indonesia sebagai lumbung pangan, dan menyatakan kesiapan kelompoknya mendukung Program Pertanian SBS‑HMS.
Kolaborasi ini menunjukkan arah positif bagi petani Malaka dalam meningkatkan produksi pertanian berbasis teknologi dan dukungan multi-pihak baik dari NGO, swasta, maupun pemerintah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













