Tak hanya jagung, lahan tersebut juga ditanami kacang hijau, umbi-umbian, dan pisang. Menariknya, pola pertanian yang digunakan adalah sistem baris Double Track, metode modern yang terbukti meningkatkan hasil panen secara signifikan.
“Sebelum menggunakan metode Double Track, hasil panen hanya sekitar 20–25 kg per are. Sekarang meningkat menjadi 40 kg per are,” jelas Kapolres.
Kapolres Malaka juga mengajak masyarakat untuk mulai mengelola lahan tidur dengan tanaman produktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini, menurutnya, tidak hanya memperkuat perekonomian keluarga tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan nasional.
“Negara yang kuat berasal dari keluarga yang mandiri secara ekonomi, budaya, dan spiritual. Mari kita majukan pertanian Malaka,” tambahnya.
Panen jagung ini merupakan hasil kolaborasi antara Polsek Sasitamean dan Gapoktan Sinar Budai yang dipimpin oleh Gabriel Manek Asit, dengan Rofinus Roni Nana sebagai sekretaris dan Oktavianus Seran sebagai bendahara.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara institusi negara dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Malaka.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













