TIMORNESIA.COM-Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Golkar sekaligus Wakil Ketua Komisi V, Agustinus Mera Nahak, mengungkapkan dugaan bahwa persoalan data BPJS Ketenagakerjaan invalid bisa terjadi di seluruh Kabupaten di NTT.
Menurut Agustinus, terdapat kasus di mana peserta yang sudah meninggal atau bahkan telah bekerja di luar daerah selama bertahun-tahun masih tercatat sebagai penerima manfaat.
Kondisi ini dinilainya dapat mengganggu program BPJS Ketenagakerjaan untuk 100 ribu pekerja rentan yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Agustinus menegaskan, data kepesertaan yang digunakan dalam program tersebut perlu dilakukan validasi serius.
Ia mencontohkan adanya nama pekerja migran di Malaysia maupun Kalimantan yang masih terdata sebagai penerima manfaat.
“Saya menduga data invalid terhadap BPJS Ketenagakerjaan terjadi di semua Kabupaten di NTT. Misalnya orang yang sudah meninggal dan bertahun-tahun bekerja di luar daerah masih menerima. Ini perlu divalidasi agar tidak ada pendobelan data penerima,” ujar Agustinus di Kupang, Rabu (27/8/2025).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













