“Pada masa kepemimpinan beliau, wilayah Malaka masih berada dalam satu kesatuan dengan Kabupaten Belu. Karena itu, kami datang dengan hati untuk melayat, mendoakan, dan memberikan penghormatan atas jasa serta pengabdian almarhum,” ungkap Bupati SBS dengan nada penuh haru.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Malaka bukan sekadar formalitas, melainkan panggilan moral untuk menghormati jejak pengabdian seorang pemimpin terdahulu yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati SBS juga mengaitkan kepergian almarhum dengan momentum Paskah 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyampaikan bahwa wafatnya seseorang pada masa Paskah memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Kristiani, sebagai simbol pengharapan akan kehidupan abadi.
Suasana duka yang menyelimuti rumah duka pun terasa semakin khidmat dengan kehadiran rombongan pemerintah daerah, yang turut memberikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













