Menurut Bupati Malaka, penggunaan alat berat ini disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah.
Traktor roda empat akan digunakan untuk lahan datar, sementara excavator akan menggarap wilayah pegunungan.
Langkah ini bukan hanya efisien secara teknis, tetapi juga memperlihatkan pendekatan berbasis kebutuhan lapangan dalam mendukung petani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah berharap bahwa pendekatan ini dapat mempercepat proses olah lahan dan memberi dampak langsung terhadap hasil pertanian.
Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Lorens Bere, menyampaikan bahwa dari total 25 unit traktor yang dialokasikan, sebanyak 13 unit telah tiba di Malaka, sementara 12 unit lainnya masih dalam pengiriman ke Malaka.
Dengan adanya 25 unit traktor, dinas pertanian dapat menjalankan program pengolahan lahan gratis yang menyasar masyarakat petani di seluruh pelosok Kabupaten Malaka.
Program bantuan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi lokal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













