Namun, pengembangan wellness tourism memerlukan lebih dari sekadar produk. Kesiapan masyarakat, fasilitas pendukung, kebersihan lingkungan, aksesibilitas, kualitas layanan, dan strategi promosi juga menjadi faktor penting.
Kelompok tani dapat mengambil peran sebagai penggerak kegiatan ekonomi sekaligus mitra dalam penyediaan produk lokal dan penyelenggaraan aktivitas edukatif.
Apabila dikembangkan secara bertahap, kegiatan tersebut berpotensi membuka peluang usaha tambahan bagi masyarakat, termasuk dalam pengolahan hasil pertanian, penjualan produk lokal, dan penyediaan layanan pendukung wisata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan Program
Pengembangan wellness tourism di Desa Kelle menunjukkan bagaimana kekayaan alam dan pengetahuan tradisional dapat menjadi titik awal pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Kupang, kelompok tani, pemerintah daerah, dan mitra kesehatan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Ke depan, keberhasilan program ini akan bergantung pada kesinambungan pendampingan, peningkatan keterampilan masyarakat, penguatan standar mutu produk, perlindungan pengetahuan tradisional, serta kemampuan membangun pasar.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













