TIMORNESIA.COM-Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan asupan gizi. Faktor infeksi, termasuk kecacingan yang ditularkan melalui tanah atau Soil-Transmitted Helminths (STH), juga menjadi perhatian karena dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan tumbuh kembang anak.
Berangkat dari persoalan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi D-III Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Kupang melakukan pemberdayaan kader posyandu di Kelurahan Oesapa.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pemberantasan Kecacingan sebagai Upaya Menurunkan Prevalensi Infeksi Soil-Transmitted Helminths (STH) pada Balita Stunting”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 30 kader posyandu dan orang tua balita stunting mengikuti kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai kecacingan sekaligus memperkuat peran kader dalam edukasi kesehatan di masyarakat.
Ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Meliance Bria, S.Si., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap persoalan stunting pada balita serta faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi tersebut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













