“Dengan demikian, perayaan Tubuh dan Darah Kristus menegaskan kembali iman akan kehadiran Allah yang selalu menyertai umat-Nya,” tegas Romo Yonathas di hadapan umat yang hadir.
Mantan pendidik Seminari Lalian itu juga mengingatkan bahwa menerima Tubuh dan Darah Kristus bukan hanya sebuah peristiwa seremonial, melainkan panggilan untuk menghayati kasih dan pengorbanan Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, umat Katolik diajak untuk meneladani Kristus dengan membangun semangat berbagi, melayani, dan mengasihi sesama tanpa membedakan latar belakang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yesus telah mengurbankan diri seutuhnya bagi kita. Karena itu, umat harus senantiasa dekat dengan-Nya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Momentum penerimaan Komuni Pertama bagi 24 anak dari SDK Kakaniuk dan SDI Boni ini menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan iman mereka.
Diharapkan, anak-anak yang telah menerima Tubuh dan Darah Kristus semakin bertumbuh dalam kehidupan rohani, rajin mengikuti Perayaan Ekaristi, serta menjadi teladan dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













