“Nilai-nilai religi harus dikedepankan. Maksudnya, semua jenis pertandingan yang dilombakan dalam rangka perayaan ini, aspek juaranya jangan menjadi prioritas semata. Boleh beradu dalam pertandingan, tetapi nilai keagamaan dan persaudaraan lebih diprioritaskan,” tegas Frans.
Frans mengatakan, pesan tersebut penting karena turnamen sepak bola merupakan bagian dari rangkaian Perarakan Besar Ina Maria Nai Feto Malaka 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum keagamaan yang mempertemukan umat dari berbagai paroki di wilayah Dekenat Malaka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, pertandingan diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan umat, bukan justru menjadi sumber perselisihan.
Sementara itu, Ketua Panitia Sepak Bola Perarakan Besar Ina Maria Nai Feto Malaka, Romo Yustus Nipu mengajak seluruh utusan paroki berpartisipasi aktif menyukseskan turnamen.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda dua tahunan Gereja Katolik di wilayah Dekenat Malaka dan melibatkan 20 paroki.
“Ini kegiatan dua tahunan Gereja Katolik di wilayah Dekenat Malaka. Pesertanya dari 20 paroki, kita akan bertanding pada 1 Oktober mendatang. Mohon untuk semua peserta dari 20 paroki untuk berpartisipasi,” ujar Romo Yustus.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












