“Saat malam, jalanan di desa kami gelap. Penerangan sangat dibutuhkan agar masyarakat merasa lebih aman,”tambah Emanuel.
Selain masalah infrastruktur, sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi sorotan.
Warga mengeluhkan minimnya fasilitas pendidikan, dengan jumlah sekolah yang masih terbatas sehingga tak mampu menampung seluruh siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi serupa terjadi di bidang kesehatan, di mana fasilitas puskesmas desa masih minim tenaga medis serta kekurangan obat-obatan.
“Anak-anak butuh tempat belajar yang layak. Kami juga ingin layanan kesehatan yang lebih baik, karena selama ini harus pergi jauh ke kota untuk mendapatkan pengobatan,”ungkap Maria, seorang ibu rumah tangga yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi ini, Randi Durhaman berjanji akan memperjuangkan kebutuhan warga Desa Leuntolu dalam rapat di DPRD.
Ia berharap seluruh permasalahan ini bisa menjadi prioritas dalam alokasi anggaran pemerintah provinsi.
“Kami akan terus mendorong agar Desa Leuntolu mendapatkan perhatian lebih dalam pembangunan. Harapannya, desa ini bisa berkembang dan masyarakatnya semakin sejahtera,”tegas Randi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













