Di bagian dada maskot terdapat simbol salib sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri sekolah, Mgr. Theodorus Fransiskus Maria Sulama, SVD, yang telah meletakkan fondasi pendidikan berlandaskan iman dan kasih.
Sementara sentuhan kain tenun khas Malaka mempertegas identitas budaya lokal yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Kepala SMPK Sulama Kada, Yohanes Frederikus Seran, S.Pd., mengatakan kehadiran maskot tersebut bukan sekadar pelengkap sebuah turnamen olahraga, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Sulama si Elang Kada menggambarkan karakter peserta didik yang diharapkan mampu mengejar cita-cita setinggi langit tanpa melupakan nilai-nilai yang menjadi dasar kehidupan mereka.
“Filosofi maskot ini adalah Terbang Tinggi dengan Akar Kuat. Kami berharap anak-anak kami dapat mengejar cita-cita setinggi-tingginya dan bertanding secara cerdas serta tangguh seperti elang di udara. Namun, mereka harus tetap membumi, memiliki akar nilai spiritual, serta menjunjung tinggi sportivitas dan kearifan lokal budaya Malaka,” ujar Yohanes.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













