Suasana latihan yang semula dipenuhi instruksi pelatih mendadak berubah hening. Seluruh perhatian tertuju kepada Sang Saka Merah Putih yang perlahan naik diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Momen tersebut memperlihatkan bahwa bagi para pemain muda PS Malaka, mengejar kemenangan di ajang Piala Soeratin bukanlah satu-satunya tujuan. Di atas segalanya, rasa hormat terhadap bangsa dan negara tetap menjadi nilai yang dijunjung tinggi.
Sebagai daerah yang berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Malaka dikenal sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Australia. Karena itu, semangat nasionalisme yang ditunjukkan para pemain memiliki makna yang sangat mendalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka membuktikan bahwa anak-anak muda dari wilayah perbatasan tidak hanya siap mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap Indonesia.
Aksi spontan menghentikan latihan untuk mengikuti upacara bendera menjadi pesan bahwa olahraga bukan sekadar soal kompetisi dan kemenangan. Sepak bola juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, disiplin, rasa hormat, dan cinta tanah air.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













