Menurutnya, lirik “Veronika” awalnya bukan diciptakan sebagai lagu, melainkan materi untuk penampilannya di panggung stand up comedy.
“Supaya jangan salah kaprah, teks lagu ini awalnya sebagai bahan untuk stand up comedy, kemudian saya konversi ke lagu lewat bantuan AI,” jelasnya.
Proses kreatifnya pun tidak instan. Verry mengaku harus melalui berbagai percobaan sebelum menemukan bentuk yang tepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada sekitar 30 versi yang saya buat, tapi kemudian saya memilih genre reggae dan tiba-tiba meledak dan viral,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh lirik dan konsep genre merupakan hasil karyanya sendiri, sementara untuk produksi audio dibantu teknologi kecerdasan buatan (AI).
Di tengah viralnya lagu tersebut, Verry juga mengingatkan bahwa banyak versi remix yang beredar bukan berasal darinya.
Ia menegaskan karya asli hanya tersedia di akun resmi miliknya di Facebook dan TikTok.
Kesuksesan lagu “Veronika” pun tampaknya belum akan berhenti. Verry memberi bocoran bahwa akan ada kelanjutan dari lagu tersebut.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













