“Waktu itu disekolahkan oleh Kementerian Kesehatan karena kita mendapatkan alokasi Cathlab untuk daratan Timor ini. Dari Malaka kita dapat, dan dokternya juga memiliki keinginan besar untuk sekolah sehingga bisa difasilitasi oleh Kemenkes,” jelas Oktelin.
Menurut dia, kesiapan tenaga medis menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengoperasian fasilitas Cathlab. Karena itu, pembangunan infrastruktur kesehatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga profesional yang akan memberikan pelayanan kepada pasien.
Selain dokter spesialis jantung, RSUPP Betun juga menyiapkan tiga orang perawat untuk memperoleh kompetensi khusus dalam pelayanan Cathlab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga perawat tersebut dipersiapkan melalui pelatihan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Saat ini, mereka masih menunggu jadwal untuk mengikuti pelatihan lanjutan sebagai bagian dari persiapan pengoperasian fasilitas tersebut.
“Sambil menunggu alat ini, tiga orang perawat khusus untuk Cathlab juga sedang dipersiapkan. Saat ini mereka sedang menunggu daftar tunggu untuk pelatihan lanjutan,” ungkap Oktelin.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













