Menurut Hendriana, penggunaan aplikasi berbasis web tersebut membantu tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan, pengelolaan data, hingga penyusunan laporan kesehatan peserta didik.
Sistem tersebut juga memungkinkan setiap siswa memiliki rekam medis pribadi yang dapat digunakan untuk mencatat kondisi kesehatan secara lebih terstruktur.
“Setiap siswa dengan adanya pencatatan berbasis aplikasi website ini difasilitasi dengan rekam medis pribadi siswa mulai dari kesehatan secara keseluruhan, risiko penyakit, perilaku hidup bersih dan sehat, serta catatan kesehatan gigi dan mulut,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hendriana mengatakan, penerapan sistem digital diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan memantau kondisi kesehatan peserta didik secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Data kesehatan yang dikumpulkan tidak hanya berkaitan dengan hasil pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga mencakup faktor risiko penyakit, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kondisi kesehatan gigi dan mulut.
Dengan adanya pencatatan tersebut, pelayanan kesehatan peserta didik diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan ketika petugas datang ke sekolah. Data kesehatan siswa dapat menjadi bagian dari pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












