Sasita Mean: 203,22%
Malaka Timur: 145,64%
Botin Leobele: 134,60%
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kobalima Timur: 121,35%
Io Kufeu: 102,93%
Kinerja ini mencerminkan tingginya kebutuhan petani terhadap layanan pengolahan lahan serta respons positif terhadap program yang diberikan pemerintah.
Dari sisi volume pengolahan, tiga kecamatan menjadi penyumbang terbesar:
Weliman: 440,12 hektar (88,02%)
Malaka Barat: 385,09 hektar (77,02%)
Malaka Tengah: 314,83 hektar (62,97%)
Meskipun tidak melampaui target, ketiga wilayah ini menyumbang porsi terbesar terhadap total realisasi program.
Dua kecamatan tercatat masih berada pada tingkat capaian rendah yaitu:
Kobalima: 49,64%
Rinhat: 51,79%
PLH. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Laurensius Bere, menyatakan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi petani, khususnya dalam meningkatkan kesiapan lahan menghadapi musim tanam.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sejumlah kecamatan akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi optimalisasi program di tahun berikutnya.***
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













