Dalam sambutannya, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran menegaskan bahwa mengurus sepak bola bukan hal mudah.
Menurutnya, olahraga ini membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, perasaan, dan materi, namun memiliki nilai pengabdian yang sangat tinggi bagi generasi muda.
“Saya ingatkan, urus sepak bola itu penuh pengorbanan. Korban pikiran, waktu, perasaan, tenaga, dan material.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena sepak bola pada dasarnya adalah cara kita memberikan sesuatu untuk generasi muda, dan Tuhan tidak tutup mata untuk memberi berkat dari sisi lain,” ungkapnya.
Bupati SBS juga memberikan arahan agar setiap SSB dari sembilan kecamatan di Malaka rutin melakukan pertandingan antar-SSB setiap bulan, layaknya sistem kompetisi di tingkat nasional.
“Harus serius, karena sepak bola sekarang sudah menjadi industri. Di Indonesia ada Divisi Utama, Divisi 1, 2, dan 3. Kalau bagus, akan dilirik oleh tim dari luar negeri,” tuturnya.
Launching SSB PS Malaka diharapkan menjadi titik awal pembentukan generasi emas sepak bola Malaka. Dengan pembinaan sejak dini dan dukungan penuh pemerintah, Malaka optimistis bisa mencetak pemain-pemain muda yang mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













