Kini, harapan masyarakat segera menjadi kenyataan. Jembatan yang telah selesai dibangun akan segera dimanfaatkan oleh masyarakat setelah melalui prosesi adat sesuai tradisi masyarakat Malaka.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, menegaskan bahwa tidak akan ada seremoni peresmian maupun pengguntingan pita.
Sebelum digunakan masyarakat, jembatan akan didinginkan secara adat dengan melibatkan para tua adat dan tokoh agama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut SBS, prosesi tersebut direncanakan dilaksanakan sebelum peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, sehingga setelah ritual adat selesai, masyarakat dapat langsung memanfaatkan jembatan tersebut.
“Jembatan Gantung Numbei tidak akan diresmikan dengan gunting pita. Yang dilakukan adalah upacara pendinginan secara adat bersama para tua adat dan pemuka agama agar jembatan ini diberkati, mendapat perlindungan Tuhan dan leluhur, serta dapat dimanfaatkan dengan aman oleh masyarakat,” ujar SBS.
Ia menjelaskan, prosesi pendinginan merupakan bagian dari nilai budaya masyarakat Malaka yang selama ini dijaga dan dihormati, terutama terhadap pembangunan fasilitas publik yang akan digunakan bersama.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













